Senin, 03 Juni 2013

dampak dari ketidak pastian harga bbm bersubsidi


Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengalami kerugian yang cukup besar selama ketidakpastian pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Tercatat, ada dua industri besar yang mengalami indikasi negatif akibat lambannya pemerintah memberikan keputusan harga BBM subsidi.

Demikian disampaikan oleh Ketua Apindo Sofjan Wanandi ketika dihubungi di Jakarta, Senin (27/5). Sofjan mengatakan bahwa dua industri besar yang mengalami kerugian cukup signifikan adalah industri otomotif dan industri semen nasional.

Sofjan menambahkan, akibat ketidakpastian kenaikan harga BBM subsidi telah membuat para konsumen berpikir ulang untuk membelanjakan uangnya dalam jumlah yang besar. 
Di satu sisi, para pengusaha juga mulai menahan barang mereka karena harus memperhitungkan cost jika pemerintah mendadak menaikan harga BBM subsidi. Padahal menurutnya, siklus seperti itu akan mengganggu arus kas perusahaan.


"Tercatat ada dua pengusaha yang sudah mengeluh kepada kita akibat ketidakpastian harga BBM ini. Industri otomotif sudah merugi 15-20%, industri semen nasional juga rugi 15%. Cepatlah pemerintah beri keputusan harga BBM, jangan serba tidak pasti," tegas Sofjan ketika dikonfirmasi.

Oleh sebab itu, untuk menghindari terus terjadinya kerugian bagi pelaku usaha dan ketidakpastian untuk masyarakat selaku konsumen, Sofjan berharap pemerintah dalam waktu dekat ini segera memutuskan kenaikan harga BBM beserta nominal pastinya.

"Semua indikasi negatif ini kami harapkan keputusan (soal BBM) secepatnya," sambungnya.
Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa pemerintah Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mahendra Siregar berharap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp 2.000 untuk jenis Premium dan solar Rp1.000 per liter dapat direalisasikan pada minggu ketiga 2013.



sumber:  http://www.metrotvnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar